UMKM

IKM Pakpak Bharat Produksi Produk Olahan Gambir

13 November 2014

Medan. Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pakpak Bharat telah berhasil memproduksi produk olahan dari gambir, di antaranya teh celup, sirup, permen, sabun mandi baik cair maupun padat. “Jadi, selain produksi yang dihasilkan selama ini yakni getah gambir (untuk nyirih), masyarakat juga sudah bisa memproduksi teh celup, sirup, permen dan sabun mandi,” kata Asisten II Pemkab Pakpak Bharat Sustra Ginting, kepada MedanBisnis, Jumat malam (15/3) usai Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-42 di Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Produk-produk olahan gambir tersebut diproduksi oleh IKM binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Pakpak Bharat. Namun, saat ini kata Sustra, produksi yang diolah masih skala rumah tangga sehingga belum bisa menjangkau pemasaran yang lebih luas. Dan, sejauh ini pasar produk olahan gambir masih seputaran Pakpak Bharat.

Begitupun, lanjut Sustra, Pemkab Pakpak Bharat sedang mencari investor sebagai bapak angkat para IKM untuk memproduksi produk-produk olahan gambir dalam skala besar. Mengingat, gambir berasal dari kekayaan alam Pakpak Bharat yang luar biasa dan memiliki potensi yang sangat besar dalam menghasilkan gambir.

Bahkan saat ini, kebun gambir milik masyarakat Pakpak Bharat sudah mencapai 1.250 hektare dan yang dikembangkan Pemkab Pakpak Bharat mencapai 100 hektare.

Tingginya luas pengembangan gambir ini juga terkait gerakan satu juta gambir yang dilakukan Pemkab Pakpak Bharat sejak tahun 2012 lalu. “Jadi, untuk bahan baku tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana investor memanfaatkan peluang tersebut,” kata Sustra.

Gambir kata dia, memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia yang mengonsumsinya. Di antaranya, untuk obat sakit diere, memperbaiki pita suara, menjaga kesehatan gigi dan gusi, meningkatkan daya tahan tubuh dan yang paling penting lagi adalah sebagai anti oksidan.

Terhadap mutu teh celup yang dihasilkan, Sustra mengatakan, tidak jauh beda dengan teh celup lainnya yang berasal dari daun teh. Hanya saja dari segi khasiat, teh dari bahan baku daun gambir lebih besar manfaatnya dari teh biasa.

Menurut Sustra, tidak ada efek samping bila diminum setiap hari. Karena dibuat dari daun gambir segar yang diproses dengan teknologi meskipun teknologi yang digunakan masih sangat sederhana serta merupakan hasil fermentasi. Malah sebaliknya, badan akan lebih sehat.

“Apa bedanya dengan orang yang makan sirih. Setiap hari dimakan, tidak ada efek sakit perut dan lain sebagainya. Yang ada, giginya makin kuat dan terhindar dari penyakit karena anti oksidan yang dikandung dari gambir tersebut,” terang Sustra.(junita sianturi)

sumber:medanbisnis


UMKM Lainnya